Andai SuperJunior Menjadi Anggota DPD RI

Siapa yang kenal anggota DPD yang menjadi wakil daerahmu? Dijamin! Banyak yang gak kenal. Siapa yang kenal SuperJunior? Pasti banyak yang kenal band itu, meski mungkin hanya sekilas.

Lebih parah lagi ketika aku menulis sebuah posting berjudul “Seandainya Saya Anggota DPD RI”, banyak yang membacanya sebagai DPR. Halah……apa karena selisih satu huruf kemudian disama-samakan gitu. Sama DP-nya sih, tapi beda D dan R itu jauh banget. D artinya Daerah. R artinya Rakyat. Sudah pada tau kan…..D itu berarti mewakili kita melalui jalur wakil daerah. R itu mewakili kita melalui jalur partai politik.

Kenapa banyak yang gak tahu? Apa karena gak ada yang cakep dan pandai menyanyi?

Nah sekarang coba tanyakan, siapa tahu SuperJunior? Dijamin banyak orang muda yang tahu, meski mungkin sekilas di internet, blog atau twitter.

Mungkin ada yang tanya mengapa aku berandai-andai SuperJunior menjadi Anggota DPD RI?  Simpel. Aku berpikir mengapa DPD tidak banyak dikenal? Lalu siapa yang paling banyak dikenal anak muda Indonesia? K-Pop! Salah satunya ya SuperJunior itu.

Mengapa SuperJunior begitu dikenal? Apa gara-gara kemampuan menyanyi, menari dan multi talenta yang bikin Suju jadi ngehits?

Tidak! Superjunior adalah buah kreativitas, ambisi dan kerja keras manajemennya. Itu saja? Oh ya, pastinya, INTERNET! Bagaimanapun, internet tidak bisa dilepaskan dari kesuksesan Suju ini.

Mereka merilis single “U” online untuk download gratis pada 25 Mei 2006 di website resmi mereka. “U” memiliki lebih dari 400 ribu download dalam waktu lima jam dan pada akhirnya rilis melebihi 1,7 juta download, sampai merusak server. (Wikipedia)

Diluar perdebatan tentang kemampuan menyanyi, menari dan multi talenta, manajemen SuperJunior berhasil melakukan terobosan kreatif dengan mengemasnya menjadi sebuah lagu dan menyebarkannya melalui internet.

Sekarang bagaimana dengan DPD RI? Kalau lihat webnya, lumayanlah. Webnya simpel dan bersih. Webnya juga sudah menyediakan fasilitas blog buat setiap anggota DPD. Tapi coba periksa blog anggota DPD RI yang menjadi wakil daerahmu. Aku sih sudah ngecek wakil dari Jawa Timur. Hasilnya? Nol kosong.

Mungkin anggota DPD berpikir? Apa manfaatnya menggunakan internet? Toh pengguna internet tidak sampai 25% dari warga Indonesia. Toh warga daerah saya yang terpelosok sangat sedikit yang melek internet.

Kalau bicara statistik memang pengguna internet sangat sedikit. Tapi pengguna internet terutama media sosial mempunyai karakteristik unik. Warga media sosial suka berbagi informasi dan tautan kepada temannya. Kita tinggal klik like, tweet atau share, maka menyebarlah suatu informasi.

Ok. Mungkin anggota DPD memang harus turun ke lapangan langsung buat mendengar aspirasi warga yang diwakilinya. Ini tidak bisa tergantikan oleh internet. Tapi aspirasi warga ini bisa disebarkan melalui internet. Mengapa? Pengambil kebijakan itu orang pusat, orang yang melek internet atau setidaknya terkena imbas internet. Dengan menyebarkan informasi di internet itu bisa jadi penyampaian aspirasi secara massif sekaligus sebagai tekanan bagi pengambil kebijakan.

Hebatnya, proses tersebut bisa bekerja dengan sendirinya. Sekali kita unggah video di internet maka video itu tetap bekerja menyampaikan aspirasi meskipun orang yang mengunggah sedang tidur. Ini adalah salah satu ide yang aku tulis di “Andai Saya Menjadi Anggota DPD RI”.

Apa imajinasimu, andai SuperJunior Menjadi Anggota DPD RI?

Sumber: http://politik.kompasiana.com/2011/12/21/andai-superjunior-menjadi-anggota-dpd-ri/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s